Total Pageviews

Wednesday, April 27, 2016

Tokushima Marathon 2016

 Karena baru pertama kali FM, pace rakyat jelata dan takut "diciduk kamtib" maka saya ga berani sering foto2. Cuma beberapa dan ada yg dari dokumentasi temen. Ini adalah event besar dan official international saya yang pertama jadi gimanaa gitu rasanya hehe.
H-1: pengambilan race pack dan pameran booth running apparel. Ada kelas terbatas untuk 400 orang pertama di mana beberapa atlet veteran seperti Naoko Takahashi sharing pengalaman n tips untuk marathon. Lumayan detail sampe ada cara efektif untuk minum sambil lari hahahaha. Ada praktek singkat juga. Jadi kalo beruntung form lari peserta bisa direview ama mereka ( ga semua sih). Ketemu mas Jati, delegasi (tak) resmi Indonesia (cieee) dan jadi penerjemah dadakan buat beliau hehe. 

Hari H: nervous dari subuh begitu sampe tempat event, langsung check in ke wc hahaha. Berhubung start blocknya paling belakang jadi ngeceng2 dulu liat gimana sih klo yg veteran lagi pada siap-siap sebelum tanding.

Setelah 23 menit akhirnya nyampe garis start dan mulai deh. Sempet kebawa pace para senior untung opa2 temen sebelah ngingetin supaya ga usa buru2. σ(^_^;)


14 km pertama masih bisa ketawa2 liat supporter kiri kanan dadah2 cantik n high five sama para supporter. Malah karaoke an rame2 pula. Kali ini saya ngikutin pacemaker paling belakang yang juga sensei lari saya. Enaknya, Beliau bawa belt speaker gitu (baru tau ada barang beginian) dan setiap bbrp kilo dia puter musik mulai dari lagu lokal sampe Obladi Obladanya Beatles.

15 km berikutnya uda mulai berasa berat tapi ga "hit the wall" jadi masi bisa lari meski pace turun dikit. Karena lari bareng sensei jadi ada reminder kapan mesti berenti untuk stretching kapan jalan n kapan lari lagi. Tapi dasar pace level rakyat jelata jadinya saya mulai ketinggalan di km 28. begitu bisa kesusul karena mereka stretching saya baru nyampe. Hahaha

Kira2 km 29 mulai de dramanya. Kinetiotape untuk telapak kaki saya tiba2 ada yang lepas tapi karena mesti lepas kaos kaki and sepatu saya ogah and berniat ditahan aja. Tinggal 13 kiloan ini #songong. Untungnya sakitnya itu ketutup sama sakit di paha, pinggang dan gluteus :). Tengah2 entah kenapa mulai mikir yang aneh2, kenapa ga ada ujung2nya, why am I doing this, kalo tiba2 kena cardiac arrest keluarga gw di Indo semua dkk yang akhirnya bikin pace lambat sampe sempet beberapa kali jalan. Mungkin karena di rentang ini supporternya ga serame tadi.

Km 33 mulai dpt pencerahan karena stretching dan setiap nemu relawan nawarin spray langsung minta disemprot. Tiap kali water station ngambil garam n air dua gelas, satu buat minum satu buat guyur2 muka, leher, dan lutut. Saking semangatnys kadang uda ga bedain guyur2nya pake aer atau isotonik hahah. Ketemu maskot2 lucu. Ditambah lagi sensei bilang (iya saya berhasil nyusul mereka lagi) setelah point ini kalian uda pasti bisa selesai! Langsung high tension (kayak kata AKB48) lagi dong. 

Km 38 seneng ngeliat cheerleaders SMA semangat banget teriak2 kasi semangat. 900 m kemudian. I am in the state of euphoria. Karena 38.9 km adalah gerbang cut off terakhir dan saya masih kurang lebih 10 menitan lebi awal dari waktunya.

Km 40 mulai senang tapi gelisah. Ini kenapa belon ada tanda2 km 41?!! Hahaha mulai ga sabaran. 

Last 2 km ketemu sama opa2 yang start bareng sama saya. Jadilah dia temen ngobrol selama lari. Seneng karena capeknya bisa dialihkan ke ngobrol tips lari hahaha (iya, pace saya ternyata masi golongan opa2 hiks). 

Last 1 km; uda mulai bisa dadah2 cantik lagi. Last 500 m guest runner Naoko Takahashinya lari ke arah kami dan mulai high five in satu2 peserta termasuk kami. 

Masuk gerbang stadium tempat finish rasanya surreal banget! Opa Matsui, trmen saya ini ngegandeng tangan saya sambil bilang," ayo goal bareng2!" Dan...
Finish!
Ilang sakitnya untuk beberapa saat. Seneng banget. Dan ternyata finish rame itu lebi menyenangkan daripada finish sendiri ya ( in case of pelari rakyat jelata tentunya).  
Begitu selesai finish kita dituntun untuk ngambil handuk dan sertifikat finisher. Sayangnya, kita mesti ambil medal di tempat lain yg lumayan terpisah. Jadilah abis ganti baju dan makan udon gratisan ngantri panjang buat bisnya. Ini satu hal yg agak minus di mata saya soalnya helooo gw baru selesai lari 42 km dan sekarang mesti ngantri bediri lagi 45 menit?!*manjangeselinmodeON.

On the side note, saya suka desain t-shirt, finisher medal and finisher towelnya. Warna biru itu spesial buat Tokushima karena mereka penghasil pewarna biru alami sejak jaman dulu dan kalo ada yang penggemar anime, Tokushima adalah headquarter nya Ufotable makanya desain guide book dan medalnya ala2 anime gitu :) 
Karena mereka penghasil jeruk nipis jadi maskot mereka juga jeruk nipis alias sudachi-kun.

Yang saya suka lagi adalah supporternya beberapa adalah grup tradisional Awa Odori, seneng liat warna warninya dan irama musiknya. Mulai dari anak kecil sampai kakek nenek juga semangat ngasi tangan buat high five. Ada band, grup taiko, ocarina, dan kesenian tradisional lokal lainnya.

View coursenya bikin seger karena sebagian besar ga jauh2 dari sungai. Tapi ada downsidenya; ga ada pu'un. Jadi kalo lagi siang panas banget dan ga ada angin, ga bisa ngadem kecuali beberapa di kolong jembatan atau tenda water station. Untungnya pas kami lari ga terlalu panas dan berawan, maksimal kayaknya 21-22 derajat. Ketinggiannya bervariasi tapi menurut saya tanjakannya ga sadis2 amat. Lumayan buat curi waktu jalan dan atur napas.

Event ini punya 20 water station termasuk beberapa care tent buat massage and emergency. Ada tenaga AED juga baik yang sepedaan maupun stay di tiap bbrp km. Jadi berasa aman banget. Saya bawa energy gel sendiri tapi akhirnya ga kepake karena persediaan mereka lengkap banget. WC juga hampir tiap 2 km ada. Saya usahakan ga ke wc karena males ngantri dan nervous sama COT juga sih. 

Kalo ditanya mau FM lagi apa ga, masi suka labil pas selesai udah ga mau lagi soalnya at least saya uda nyentangin salah satu challenge untuk diri saya sendiri sebelum ultah kesekian. Tapi makin ke sini makin pengen lagi walau mungkin ga berani di Jakarta. Panas bo!

Above all, yang saya suka dari event FM (dan HM) adalah supporter2 yang kreatif, dandanan pelari2nya yg warna warni dan yang paling pentiing volunteer2nya. To me, I think Marathon is not an individual race. It's a teamwork between the runner, supporters and volunteers. 
Kalo bisa FM lagi yang jelas saya akan bawa kamera buat ngerekam supporter2nya ( tapi semoga saat itu pace saya memungkinkan untuk leyeh selfie n foto2).





Wednesday, February 17, 2016

Homesick Syndrome

Yesterday night, I cried for reasons I do not know exactly what they are. Maybe they are accumulated for so many times I can not cry when I supposed to cry. It felt so overwhelming, my chest hurt.
What is left right now is homesick feeling.
A longing for
Place you know you are warmly and earnestly welcome.
Familiar people you do not have to hide your true feeling or even self.
Moments you can enjoy from your heart
In short, my comfort zone.
To know my time will come soon to go home is bittersweet.
I had good memories here.
Yet, I realize, I do not belong here.
Last year, I am still not sure what I want to do next.
Now, I realize where shall I go next.
Obviously, I have decided, I will not stay here.
The only reason I would come back here is to be either work related or vacation.
Never felt so certain about this.

Monday, January 18, 2016

Before It Ends

Share your thoughts when I am still sharp
I don't answer when I lost my senses

Build me house when I am with you
I have gone when you bought me a marble coffin

Love me well when I still breathe
I couldn't feel anything when I left

Let's go places when I can move
I would not accompany you when I fell asleep
 
Make memories with me when I am here
I am unable to erase your regrets when I am there
Pray for me when I am alive
I have my fate sealed when I am dead



Photo by joanchristine



Tuesday, January 12, 2016

Growing up

You realiize you are growing up when you  have to witness people you love leave for eternity one by one

Friday, November 13, 2015

Eternal Life

I just realized the possible reason implied why God does not allow the man to live forever in the world after the sin is introduced. He does not want man to bear long-lasting pain and chaos as a consequence of the sins

Tuesday, September 15, 2015

Psalm 119:105-112: God`s words

The psalmist shared his thoughts about how useful God`s words has been. In his darkest times of his life, he count on pondering God`s words. Difficult times may unable us to see any chance of getting out or even through them. But, God`s words will lead us for certain. It may take time, but obviously, obeying God`s words will not get us drifted.

Saturday, August 22, 2015

Cute toddlers

Recently I am so into watching two youtube channels.
They are just overload with cuteness. I do not get bored with the episodes although I watch them repeatedly.

1. Questions for Olor
https://www.youtube.com/channel/UC--YRb0X-fOVZ7FlExXtFnA
I started to watch (even subscribe) after I saw the parody of Shia`s just do it. Basically, in those videos, the little girl, Olor aka Laura, answers questions given by her father but recently the questions are also from people. The way she answers and her answers are so hilarious and cute. She is quite expressive.

2. Baby Yebin
https://www.youtube.com/channel/UChfeqAyKn2xEi_H0sQQEDAA
She becomes big after her video of being taught by her mom to avoid suspicious people gone viral. Her expressive and unexpected reactions are adorable.

Gosh! These channels make me want to have a daughter, I can`t deny XD